Pengertian Kota, Klasifikasi, Perkembangan

Kota

Pengertian Kota, Klasifikasi, Perkembangan

Kota

Pengertian Kota

Pengertian kota dan wilayah perkotaan dapat dipisahkan dalam dua definisi yaitu kota guna city dan wilayah perkotaan guna ‘’urban”. Pengertian city diidentikkan dengan kota,sedangkan urban berupa suatu wilayah yang mempunyai suasana kehidupan dan penghidupan modern, bisa disebut wilayah perkotaan.

Keadaan geografi suatu kota tidak saja adalahpertimbangan yang esensial pada mula penentuan lokasi, tetapi memprovokasi fungsi dan format fisiknya. Para pendiri kota mempunyai maksud guna mengembangkan pekerjaan niaga kelautan didalam pemukimannya ,yaitu sebagai lokasi pertukaran barang antara wilayah daratan dengan lautan. Sebaliknya.kota- kota didunia keadaanya pelbagai ada berpenduduk jarang dan padat. Kota-kota yang merasakan kehidupan dengan situasi sosial politik,keagamaan,dan kebiasaan yang berbeda-beda mempunyai sejumlah unsur eksternal yang menonjol sehingga memprovokasi perkembangan kota.

Salah satu persoalan di kota –kota besar di Indonesia ialah tingginya urbanisasi. Pertambahan urbanisasi ini dapat ditunjukkan dengan adanya laju pertumbuhan warga yang pesat. Hal ini memiliki implikasi terhadap pertambahan jumlah angkatan kerja sebagai mula terjadinya proses urbanisasi.

Klasifikasi Kota

Berdasarkan kegunaannya yang berpengaruh kota-kota dapat dipisahkan menjadi sejumlah kelompok, antara lain inilah ini :

Kota sebagai pusat kebudayaan

Kota yang bermanfaat sebagai pusat kebudayaan memiliki potensi kebiasaan yang lebih dominan dikomparasikan dengan potensi yang lain.

Kota sebagai pusat perdagangan

Secara umum masing-masing kota mempunyai pusat perdagangan. Namun tidak seluruh kota mempunyai kegiatan yang berpengaruh dibidang perdagangan. Kota-kota perniagaan yang besar seringkali adalahkota pelabuhan.

Kota sebagai pusat industri

Kota disebut pun sebagai pusat industri bilamana kegiatan industri di kota itu lebih dominan dikomparasikan kegiatan-kegiatan lainnya. Umumnya pekerjaan industri sebuah kota terdiri atas sekian banyak macam jenis.

Kota sebagai pusat pemerintahan

Kota pusat pemerintahan bisa berkembang secara cepat sebab peranannya menata sistem pemerintahan. Kota pusat pemerintahan lazimnya mempunyai hubungan yang luas dengan kota-kota yang lainnya.

Kota sebagai pusat rekreasi dan kesehatan

Kota dapat bermanfaat sebagai pusat rekreasi dan kesehatan bilamana kota tersebut dapat menarik pendatang, baik untuk destinasi rekreasi maupun penyembuhan.

Berdasarkan jumlah penduduknya, kota dipisahkan menjadi :

Kota kecamatan estimasi jumlah penduduknya 3.000 – 20.000

Kota kecil estimasi jumlah penduduknya 20.000 – 200.000

Kota sedang estimasi jumlah penduduknya 200.000 – 500.000

Kota besar estimasi jumlah penduduknya 500.000 – 1.000.000

Kota metropolitan estimasi jumlah penduduknya > 1.000.000

Perkembangan Kota

Sebagai pusat sekian banyak macam kegiatan, kota akan tidak jarang kali berkembang sejalan dengan perkembangan kegiatan di dalamnya. Perkembangan kota dengan segala persoalan yang dimunculkan tersebut diprovokasi oleh hal budaya, alam, dan kependudukan.

Sehubungan dengan jumlah penduduknya, ada dua urusan yang sangat dominan terhadap pertumbuhan kota, yakni pertambahan alami dan tingkat urbanisasi. Pertambahan warga alami dihitung dari banyaknya kelahiran dikurangi banyaknya kematian warga kota. Urbanisasi dapat ditafsirkan sebagai proses persebaran atau distribusi, difusi, perubahan, dan pola menurut keterangan dari waktu dan tempat.

Tujuan utamanya untuk bermukim menetap dikota. Mereka mempunyai harapan bahwa bobot hidup diperkotaan akan lebih tinggi ketimbang di lokasi asalnya di desa . Fenomena ini telah menjadi hal teratur di mayoritas Negara Negara sdang berkembang dan menjadi masalah pelik penyebab pokoknya secara makro nasional adl terjadinya disparitas atau ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan . terdapat 2 hal utama terjadinya urbanisasi yaitu factor penarik dan factor pendorong.

Factor penarik : Ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Peluang melanjutkan edukasi yg lebih besar. Jenis lapangan kerja lebih tidak sedikit dan bervariasi. Sedangkan hal pendorong : Lapangan kerja yg terbatas. Kemiskinan. Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi, ekonomi, edukasi dan kesehatan. Keterbatasan lahan pertanian perpenduduk khususnya di pulau jawa.

Isu mengenai kebersangkutanan desa-kota telah lama mendapat perhatian kalangan analis pembangunan. Isu tersebut hadir sejalan dengan kenyataan pengalaman akan ketidakterpisahannya kebersangkutanan antara desa dan kota yang pun mencakup masalah urbanisasi. Kebersangkutanan itu semakin meluas di sekian banyak level, baik antara desa dan kota tersebut sendiri, maupun antara kota kecil dengan kota besar, antar desa, dan antar kota yang merentang di dalam satu negara maupun antar negara.

Kebersangkutanan antara desa-kota antara beda terlihat dari realitas bahwa warga desa menjadi konsumen barang dan jasa pelayanan perkotaan sedangkan masyarakat kota pun menjadi konsumen jasa dan barang hasil buatan perdesaan. Terlepas dari banyaknya kritikan atas pola kebersangkutanan yang terbangun, interaksi antara desa-kota mempunyai sifat saling menguntungkan dalam sebuah iklim simbiosis mutualisme (Lo & Salih, 1978).

Perkembangan kota adalahmanifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan terlukis dalam komponen-komponen yang menyusun stuktur kota tersebut. Secara umum bisa dikenal bahwa sebuah lingkungan perkotaan seyogyanya berisi 5 bagian yang mencakup :

Wisma : bagian ini adalahbagian ruang kota yang dipergunakan untuk lokasi berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk menggelar kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan

dapat mengembangkan wilayah perumahan warga yang cocok dengan pertambahan keperluan penduduk untu masa mendatang

memperbaiki suasana lingkungan kompleks yang sudah ada supaya dapat menjangkau standar bobot kehidpan yang layak, dan menyerahkan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan

Karya : bagian ini adalahsyarat yang utama untuk eksistensi sebuah kota, sebab unsur ini adalahjaminan untuk kehidupan bermasyarakat.

Marga : bagian ini adalahruang perkotaan yang bermanfaat untuk mengadakan hubungan antara sebuah tempat dengan lokasi lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota tersebut dengan kota beda atau wilayah lainnya.

Suka : bagian ini adalahbagian dari ruang perkotaan guna memenuhi keperluan penduduk akan kemudahan hiburan, rekreasi, kesatunan, kebudayaan dan kesenian

Penyempurna : bagian ini adalahbagian yang penting untuk suatu kota, namun belum secara tepat tercakup ke dalam keempat bagian termasuk kemudahan pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

Kota secara internal pada hakekatnya adalahsuatu organisme, yaitu kesatuan integral dari tiga komponen mencakup penduduk, pekerjaan usaha dan wadah. Ketiganya saling bersangkutan, pengaruh mempengaruhi, oleh karenanya sebuah pengembangan yang tidak sebanding antra ketiganya, bakal menimbulkan situasi kota yang tidak positif, antara beda semakin menurunnya kualitas hidup masyarakat kota. Dengan kata lain, suatu pertumbuhan kota mesti mengarah paa penyesuaian lingkungan jasmani ruang kota dengan pertumbuhan sosial dan pekerjaan usaha masyarakat kota.

Di pihak beda kota mempunyai pun peranan/fungsi eksternal, yaitu seberapa jauh faedah dan peranan kota itu dalam kerangka distrik atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan definisi ini diinginkan bahwa sebuah pembangunan kota tidak mengarah pada sebuah organ tersendiri yang terpisah dengan wilayah sekitarnya, sebab keduanya saling pengaruh mempengaruhi.

Sumber:

Close
Menu