TABUNGAN TOLERANSI

TABUNGAN TOLERANSI

TABUNGAN TOLERANSI

TABUNGAN TOLERANSI

Perumusan masalah

1. Apa saja contoh toleransi dalam kehidupan keluarga?
2. Cara menggunakan contoh toleransi di kampus.
3. Cara menggunakan contoh tindakan toleransi di masyarakat;
4. Bagaimana memahami pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

B. Diskusi
1. Toleransi dalam kehidupan yang berbeda.
Dunia sekarang sedang diuji oleh kelaparan dan kemiskinan dalam satu atau lain cara melalui kelelahan kekayaan dan kebanggaan. Banyak orang saat ini telah melupakan peristiwa sejarah kelam masa lalu, dunia sedang dirusak oleh orang-orang serakah. Contohnya seperti Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua.
Pada 11 September 2001, dunia kembali dikejutkan oleh peristiwa yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, yaitu pemboman gedung WTC di Amerika. Tapi yang anehnya adalah tindakan tanpa kemanusiaan di mana Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Afghanistan, yang telah merenggut banyak nyawa warga sipil yang tidak bersalah.
Lalu bagaimana dengan negara kita Indonesia? Apakah Anda ingat peristiwa memalukan bangsa kita yang seharusnya tidak terjadi?
Bangsa dan negara Indonesia terguncang oleh perpecahan yang dimulai dengan keragaman orang. Dalam pluralisme ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin berpisah dari negara kesatuan. Konflik-konflik ini dapat timbul karena faktor perbedaan, misalnya karena faktor agama. Tetapi tidak jarang perpecahan disebabkan oleh beberapa faktor bersama, misalnya oleh kerusuhan rasis, yang didukung oleh kondisi ekonomi, agama dan budaya yang berbeda.
Mari kita perhatikan mengapa ada pergulatan, pergulatan, dan bahkan permusuhan antar kelompok etnis di negara kita. Misalnya di Aceh, peristiwa di Sampit, Sambas, Ambon, dan lainnya yang, ketika dituliskan, benar-benar memalukan dan memilukan hati dan perasaan kita. Apa yang kita pikirkan tentang contoh-contoh peristiwa yang tidak semuanya disebutkan? Kami tentu tidak ingin acara ini terjadi, bukan? Karena kejadian ini. Apa pun alasannya, itu pasti akan menghancurkan masa depan bangsa, martabat bangsa, dan harga diri.

sumber :

Close
Menu